Minggu, 12 Agustus 2012

pengertian tentang barongsai




Pengertian
Barongsai adalah tarian tradisional Cina dengan menggunakan kain yang menyerupai singa. Barongsai memiliki sejarah ribuan tahun. Catatan pertama tentang tarian ini bisa ditelusuri pada masa Disnati Chin sekitar abad ke tiga sebelum masehi.
Tujuan dari penggunaan Barongsai
 Secara tradisional, orang China menggunakan barongsai sebagai simbol untuk menandai tanggal kunci kesuksesan seperti Tahun Baru Cina atau pembukaan tempat usaha baru. Sementara di Negara Barat telah banyak berbicara dalam beberapa tahun terakhir mengenai 'pencucian tempat', sedangkan di negara Cina masih jarang digunakan, kecuali praktek yang dilakukan oleh rahib Buddha atau Tao untuk berurusan dengan masalah rohani. Metode Tradisional pencucian tempat/daerah adalah melalui barongsai. Terdapat beberapa arti dalam barongsai ini yang menjadikan Feng Shui tempat anda lebih bagus:
  1. Menghilangkan energi negatif - Suara yang nyaring dari drum dan gembrengan akan menyucikan atau membersihkan sebuah daerah/tempat yang chi/energi negatif dan jelek, menjadi energi yang baru dan bagus.
  2. Mengusir roh halus yang tidak baik - Kekuatan dari tarian dan keberadaan dari barongsai akan cukup untuk mengusir roh jahat keluar dari lokasi, dan memastikan bahwa usaha yang Anda kerjakan lebih sukses
  3. Membawa Keberuntungan - Sebagai simbol kekuatan dan membawa keberuntungan, dengan keberadaan barongsai.
Hal-hal ini membawa kesegaran, bermanfaat dan kualitas yang didapat dari barongsai dan menjadi bagian integral dari budaya Tionghoa yang sudah ribuan tahun.

Kesenian
       Kesenian Barongsai mulai populer di zaman dinasti Selatan-Utara (Nan Bei) tahun 420-589 Masehi. Kala itu pasukan dari raja Song Wen Di kewalahan menghadapi serangan pasukan gajah raja Fan Yang dari negeri Lin Yi. Seorang panglima perang bernama Zhong Que membuat tiruan boneka singa untuk mengusir pasukan raja Fan itu. Ternyata upaya itu sukses hingga akhirnya tarian barongsai melegenda.
Kesenian barongsai diperkirakan masuk di Indonesia pada abad-17, ketika terjadi migrasi besar dari Cina Selatan. Barongsai di Indonesia mengalami masa maraknya ketika zaman masih adanya perkumpulan Tiong Hoa Hwe Koan. Setiap perkumpulan Tiong Hoa Hwe Koan di berbagai daerah di Indonesia hampir dipastikan memiliki sebuah perkumpulan barongsai. Perkembangan barongsai kemudian berhenti pada tahun 1965 setelah meletusnya Gerakan 30 S/PKI. Karena situasi politik pada waktu itu, segala macam bentuk kebudayaan Tionghoa di Indonesia dibungkam. Barongsai dimusnahkan dan tidak boleh dimainkan lagi. Perubahan situasi politik yang terjadi di Indonesia setelah tahun 1998 membangkitkan kembali kesenian barongsai dan kebudayaan Tionghoa lainnya. Banyak perkumpulan barongsai kembali bermunculan. Berbeda dengan zaman dahulu, sekarang tak hanya kaum muda Tionghoa yang memainkan barongsai, tetapi banyak pula kaum muda pribumi Indonesia yang ikut serta.

Tarian
   Tarian Singa terdiri dari dua jenis utama yakni "Singa Utara" yang memiliki surai ikal dan berkaki empat. Penampilan Singa Utara kelihatan lebih natural dan mirip singa sedangkan "Singa Selatan" yang memiliki sisik serta jumlah kaki yang bervariasi antara dua atau empat. Kepala Singa Selatan dilengkapi dengan tanduk sehingga kadangkala mirip dengan binatang ‘Kilin’Gerakan antara Singa Utara dan Singa Selatan juga berbeda. Bila Singa Selatan terkenal dengan gerakan kepalanya yang keras dan melonjak-lonjak seiring dengan tabuhan gong dan tambur, gerakan Singa Utara cenderung lebih lincah dan penuh dinamika karena memiliki empat kaki.

   Pembuatan barongsai
        Pembuatan barongsai harus di mulai dari kepalanya karena kepala barongsai memerlukan persiapan yang cukup panjang dan waktu yang cukup lama.  Langkah –langkah yang benar dalam pembuatannya adalah:

“pembuatan
  • Tentukan tipe barongsai yang ingin dibuat. Barongsai yang paling terkenal adalah barongsai Hoksan (utara) dan Futsan (selatan).
  • Cari tahu ukuran kepala yang cocok dan sesuai dengan tipe barongsai yang telah dipilih.
  • Buat kerangka utama (bentuk tapal kuda pada bagian yang biasa pemain masuk ) menggunakan bambu, rotan atau aluminium.
  • Setelah kerangka utama selesai, gunakan rotan untuk membuat kerangka seluruh kepala baronsai yang dibantu dengan kawat, tali nilon atau lem sebagi perekatnya.
  • Kerangka selesai, saatnya menggunakan kertas putih yang tahan air  untuk menutupi seluruh permukaan namun untuk mata dan hidung tidak boleh sampai tertutup. Proses ini dilakukan berulang-ulang agar tidak mudah rusak nantinya.
  • Proses pewarnaan dapat dimulai setelah lem kertas kering.
  • Buat telinga dan bola mata secara terpisah. Bahan yang digunakan sama yaitu pembuatan kerangka rotan yang kemudian di tutupi dengan kertas putih tahan air dan dicat.
  • Tambahkan bagian telinga dan bola mata.
  • Tambahkan hiasan kepada kepala barongsai berupa bulu dan kumis buatan.
  • Langkah terakhir adalah menyambungkan bagian tubuh dan kepala. Bagian tubuh dibuat dengan kain yang sudah diwarnai dan ditambah dengan bulu yang sama dengan kepala.
  • Dan siap di mainkan.
      Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kesenian atau seni ketrampilan dalam permainan Barongsai membutuhkan keahlian khusus dan tentunya dengan latihan yang rutin dapat menjadikan para pemain yang terlibat didalamnya menjadi mahir dan terampil.Dalam melakukan permainan Barongsai, dibutuhkan kejelian dan ketangkasan yang tentunya di dapat dari hasil latihan yang rutin serta tanggap dalam mengenal medan atau arena tempat bermain, dikarenakan permainan Barongsai harus dapat dilakukan di segala medan, ataupun arena, atau bahkan dilapangan dan juga di tempat yang luasnya amat minimalis.Dalam perkembangan sekarang ini Barongsai sudah banyak jenis permainnya yang dipadukan dengan kesenian atau beladiri Wushu, dan menjadikan gerakan-gerakan yang dilakukan menjadi indah dan serasi dengan musik terdengar dari alat musik Barongsai. Itupun sebenarnya keserasian permainan juga didapat dari hasil latihan yang serius dan disiplin yang tinggi serta pengenalan tentang budaya Tionghoa pada umumnya.